Cimpa adalah makanan yang
dibuat dari beras ketan merah atau putih. Di dalam beras ketan merah dimasukkan
gula merah atau gula aren yang telah dicampur dengan kelapa parut. Cimpa
biasanya dibungkus dengan daun pisang. Cimpa biasanya dimasak dengan
dikukus.
Cimpa adalah salah satu
makanan yang sangat penting bagi orang Karo. Cimpa harus ada di setiap
pelaksanaan acara-acara adat Suku Karo. Cimpa
harus dihadirkan saat berlangsungnya acara pesta adat pernikahan, kerja tahun
atau merdang merdem, dan kematian. Jika dalam
salah satu acara adat tersebut tidak dihadirkan cimpa, maka acara adat tersebut
dianggap kurang dan tidak sempurna.
Pada awalnya, cimpa dihadirkan hanya pada saat acara
kerja tahun atau merdang merdem suatu desa saja. Pembuataan
cimpa tersebut dilakukan pada hari ke enam, pada saat kerja tahun atau merdang
merdem. Cimpa disediakan di setiap rumah, di suatu kampung yang
sedang melaksanakan kerja tahun. Namun pada saat ini, dalam acara-acara
adat Karo, cimpa selalu disediakan.
Masyarakat karo memiliki
banyak sekali kerja-kerja adat yang dimana antara lain kerja-kerja adat itu
adalah Kerja Tahun atau merdang-merdang, pernikahan, kematian dan lainya.
Selain itu masyarakat Karo juga mempunyai makanan, dimana makanan tersebut adalah
cimpa. Cimpa adalah salah satu makanan yang sangat penting dan harus ada di
setiap pelaksanaan kerja-kerja adat Suku Karo seperti pesta adat pernikahan,
kerja tahun atau merdang-merdang dan kerja adat kematian, apabila dalam suatu
kerja-kerja adat di dalam masyrakat karo itu tidak ada cimpa, maka kerja
adat-adat itu rasanya ada yang kurang.
Cimpa sendiri merupakan suatu makanan yang sangat gampang
dibuatnya, dan juga tidak memerlukan banyak bahan-bahan masakan, dimana cimpa
itu terbuat dari adonan sagu atau tepung yang diisi dengan campuran kelapa dan
gula merah atau yang disebut dengan inti, dan dibungkus dengan daun pisang
ataupun daun palma. Cimpa itu sendiri terbagi atas tiga jenis yaitu cimpa
unung, cimpa tuang dan cimpa matah, dimana yang menjadi perbedaan diantara
jenis-jeins cimpa itu hanya cara pembuatannya saja, dan juga pembuatan cimpa
itu sendiri terhitung sangat mudah. Dalam pembuatan cimpa unung, semua bahan
seperti terigu atau tepung, telur, kalapa, dan gula merah diampur menjadi satu
adonan, lalu digoreng diatas panci yang sudah diolesi daging lemak sapi.
Sedangkan dalam pembuatan cimpa unung, sagu atau tepung ketan dicampur dengan
air sedikit inolah yang merupakan namnya adonan, lalu diisi dengan sedikit
campuran dari kelapa dan gula merah atau sering disebut dengan inti. Setelah
adonan tadi diisi dengan inti, lalu dibungkus dengan daun pisang ataupun daun
palma, dan dikukus dengan kukusan sekitar 20 sampai 30 menit.
Pada awalanya pembuataan cimpa hanya dilakukan pada saat
acara kerja tahun atau merdang-merdang saja, dimana pembuataan cimpa dilakukan
pada hari ke enam pada saat kerja tahun atau merdang-merdang dan disediakan di
setiap rumah-rumah yang ada disuatu kampong yang sedang melaksanakan kerja
Tahun. Tetapi pada saat ini, disetiap kerja-kerja adat Karo selalu disediakan
cimpa yang berfungsi sebagai makanan penghidang setelah acara makan-makan telah
selesai.
Cimpa Tuang adalah salah satu makanan khas dari daerah Tanah karo.
Rasanya gurih dan manis. Cimpa biasanya di hidangkan pada saat Kerja Tahun (
pesta kampung ) yang dirayakan setiap tahun. Ada lima jenis cimpa yaitu, cimpa
tuang, cimpa gulame, cimpa bicara siang (matah), cimpa unung-unung, cimpa
lepat. Kue khas Suku Karo ini biasa di sajikan bila ada acara besar, misalnya
acara memasuki rumah baru,acara perkawinan, acara nujuh bulanan, acara
kebaktian rumah tangga dsb. Sehingga Cimpa ini bisa disebut juga kue yang
bisa kita dapat dan nikmati kala ada acara spesial, atau acara besar lainya,
maka bisa dikatakan Cimpa merupakan salah satu makanan tradisonal Karo.

Komentar
Posting Komentar